Tentang

Keterlibatan publik dalam kebebasan informasi adalah salah satu syarat demokratisasi. Keterlibatan publik mengelola informasi merupakan praktik dari hak publik atas informasi, di mana publik tidak hanya mengonsumsi tapi memproduksi dan mengelola informasinya sendiri. Hak atas informasi itu merupakan bagian dari hak asasi manusia sebagaimana disebut dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) sebagai satu di antara 30 HAM lain. Indonesia sendiri sudah mengakui hak atas informasi itu sebagaimana disebut dalam Undang-undang Dasar 1945 Pasal 28F.

Sloka Institute dibentuk untuk mendukung dan memperjuangkan hak publik atas informasi di Bali. Cita-cita ini dilakukan melalui upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang media dan jurnalisme serta mendorong keterlibatan publik atas pengelolaan informasi.

Upaya mewujudkan cita-cita tersebut dilakukan melalui tiga program utama yaitu Kampanye, Pelatihan, dan Advokasi. Kampanye dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran publik atas informasi dan media. Pelatihan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas publik dalam memproduksi dan mengelola informasi. Advokasi dilakukan untuk memediasi kepentingan antara publik dan media.

Secara legal, Sloka Institute berakta notaris sebagai yayasan sejak 27 Maret 2007 di notaris Wayan Nuaja, SH.

Sloka Institute dikelola oleh wartawan lepas, peneliti, dan praktisi media relation di Bali.

    Pengurus:

  • Direktur : Anton Muhajir
  • Sekretaris : Mercya Soesanto
  • Manajer Operasional : Luh De Suriyani
  • Manajer Program : Bodrek Arsana
  • Koordinator Harian : Agus Sumberdana
  • Bendahara : Intan Paramitha Apsari

Direktur: Anton Muhajir
Saat ini wartawan lepas. Tulisan feature maupun opini pernah dimuat harian Kompas, Media Indonesia, Jawa Pos, The Jakarta Post, dan Playboy Indonesia. Sebagai koresponden Majalah GATRA di Bali (2001-2006) dan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar (2004-2006). Mengikuti pelatihan dan workshop jurnalistik maupun kebebasan pers di beberapa kota. Sering jadi penyelenggara, fasilitator, dan pemateri pelatihan media dan jurnalistik di Bali maupun memediasi LSM dengan media dan jurnalis.

Editor buku Back to Bali, terbitan Grasindo Jakarta 2004, salah satu penulis di buku 22 Jurnalis Cerita tentang Perempuan, Orientasi Seks, & HIV/AIDS, terbitan LP3Y Yogyakarta 2006, serta Editor buku Lentera: Lembaran tentang Realitas AIDS, terbitan Sloka Insitute Denpasar 2007.

mercyaSekretaris: Mercya Soesanto
Kini sebagai Manajer Publikasi dan Komunikasi Eksternal VECO Indonesia setelah selesai bekerja sebagai Media Relation Officer (MRO) Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Bali. Aktif membuat program kampanye tentang HIV/AIDS melalui koran, majalah, radio, dan TV secara simultan. Pernah bekerja sebagai Asisten Manajer Hotel Surya Beach Hotel Sanur, Sales Manager Ancol Travel Lodge, Marketing Communication Hard Rock Hotel Bali, Account Director Matamera Production, dan Humas Dance for Life Yayasan Tarian Kehidupan Indonesia. Penyelenggara, fasilitator, maupun pemateri berbagai pelatihan di bidang jurnalistik dan media relation di beberapa kota di Indonesia seperti Makassar, Bandung, Atambua, dan Denpasar. Kini, juga sebagai Ketua Bali Community Cares (BCC), komunitas yang membantu beasiswa pendidikan dan kesehatan pada anak-anak yatim piatu akibat HIV/AIDS.

Editor buku Lentera: Lembaran tentang Realitas AIDS, terbitan Sloka Insitute Denpasar 2007 dan memproduksi film pendek 3Ruang, produksi BCC dan KPA Bali serta berbagai film dokumenter terkait HIV/AIDS di Bali.

BodrexManajer Program: Bodrek Arsana
Sebagai Koordinator Riset Lembaga Survey Indonesia (LSI) untuk Pilkada Bali pada Juli 2007 dan pernah sebagai Koordinator Riset di Sugeng Sarijadi Syndicated Jakarta. Sejak Maret 2001 hingga Desember 2005 sebagai Asisten Editor Majalah Latitudes Bali. Tulisannya pernah dimuat Courrier International, Paris dan Times Media Private Limited, Singapura.

Pernah menjadi peneliti dan asisten lokal liputan National Geographic di Bali serta membantu riset Prof. Henk Schulte Nordolt tentang kekerasan politik dan pemilu lokal di Bali maupun melakukan riset sendiri tentang persoalan yang sama.

luhdeManajer Operasional: Luh De Suriyani
Pernah bekerja sebagai pemimpin redaksi media advokasi HIV/AIDS dan narkoba Kulkul. Juga menulis sejumlah artikel di Media Indonesia, The Jakarta Post, Bali Rebound, dan The Echo. Pernah bekerja sebagai koresponden media on-line Detik.com dan Harian Media Indonesia di Bali. Sekretaris Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Denpasar (2004-2006). Penyelenggara sejumlah pelatihan media dan jurnalistik di Bali bekerja sama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia di antaranya workshop Serikat Pekerja, workshop Kebebasan Pers, dan workshop Jurnalisme Multikultur.

Editor buku Back to Bali, terbitan Grasindo Jakarta 2004; Penulis dan Editor buku Buka Mata tentang Narkoba, terbitan Badan Narkotika Provinsi Bali 2005; salah satu penulis di buku 22 Jurnalis Cerita tentang Perempuan, Orientasi Seks, & HIV/AIDS, terbitan LP3Y Yogyakarta 2006; serta salah satu penulis buku Lentera: Lembaran tentang Realitas AIDS, terbitan Sloka Insitute Denpasar 2007.

Koordinator Harian: Agus Sumberdana

Agus SumberdanaLulusan Universitas Atma Jaya Yogyakarta Fakultas Ekonomi jurusan Memejemen. Sekarang Bekerja sebagai desainer web dan grafis freelance serta bekerja paruh waktu di Sloka Institute sebagai koordinator harian. Pernah bekerja sebagai Unit Bisnis Walhi Bali dan aktif dalam Bali Blogger Community.

Bendahara : Intan Paramitha Apsari

Intan Paramitha ApsariPernah ikut menulis buku bersama untuk Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Bali berjudul Bali yang Rapuh. Lembar Informasi Lingkungan Hidup Bali 2008. Pernah menjadi Juara I Lomba Penulisan Jurnalistik on Campus Journalism Workshop yang diselenggarakan oleh Indo Pos tahun 2007 se-Bali. Juara II Lomba Penulisan Press Release a Workshop on Modern Strategic Public Releations yang diselenggarakan oleh Indo Pos tahun 2009 se-Bali. Menjadi penulis terbaik Berita Kisah dalam Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa se-Bali 2005. Saat duduk di bangku sekolah menengah pertama menjadi juara I Lomba Kording tk. SLTP se-Bali tahun 2001 dan juara I Lomba Kording tk. SLTP se-Kota Denpasar tahun 2002 dalam Gema Jurnalistik yang diadakan Pers Mahasiswa “Akademika” Unud.