Skip to content

Memantau Kinerja Dewan Melalui Laman

Oleh Anton Muhajir

Welcome to my webpage!

Please watch this page for updates during the legislative session.  Here you can find a brief biography, an archive of my Capitol Update, links to content related to the legislation I am working on, and more!

To contact me, please click here.  I use a webform for email to limit spam and make it quicker and easier for the communities I serve to communicate with me.—

Begitulah ucapan selamat datang di website (laman) Ellen R.  Anderson, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Negara Bagian Minnesota, Amerika Serikat. Ucapan itu memang datang dari mesin, dan otomatis akan keluar untuk siapa pun yang membuka laman tersebut. Namun, laman itu juga sekaligus memberikan tiga hal menarik tentang bagaimana anggoa Dewan berinterkasi dengan warga.

Melalui laman tersebut Ellen menyampaikan biografi singkat tentang siapa dirinya. Ini sepertinya hal sepele, tapi untuk seorang anggota Dewan, biografi singkat tersebut sangat penting. Dengan begitu warga bisa tahu tentang siapa orang yang mewakilinya di kursi dewan dan apa kompetensinya. Kedua, laman tersebut juga menyampaikan tentang apa yang sedang dikerjakannya saat ini sebagai wakil rakyat. Ellen memberikan tautan (link) pada aktivitas yang sedang dikerjakannya terkait dengan proses legislasi.

Ketiga, laman tersebut memberikan kesempatan pada semua warga yang ingin berinteraksi dengannya sebagai anggota Dewan. Dengan demikian, warga tidak mengalami kesusahan untuk menyampaikan usulan, ide, atau sekadar penilaian tentang fasilitas publik pada anggota Dewan. Menariknya, laman pribadi Ellen tersebut merupakan satu dari 134 anggota DPR setempat. Semua anggota memiliki laman pribadi seperti halnya Ellen.

Membandingkan Amerika Serikat, sang adidaya yang jadi acuan banyak negara, dengan Indonesia mungkin terlalu jauh. Tapi tak ada salahnya berkaca dari sana. Salah satunya adalah tentang bagaimana website menjadi alat efektif untuk memantau kinerja lembaga negara, DPRD.

Bagi negara maju seperti Amerika Serikat, internet bukan hal yang langka lagi. Namun Indonesia juga sedang menuju ke sana. Meski belum secepat negara tetangga seperti Malaysia atau Singapura, internet Indonesia sedang melangkah maju. Misalnya dengan makin terjangkaunya internet oleh masyarakat. Harga internet makin murah. Sebagai contoh lima tahun lalu tarif sewa warung internet sekitar Rp 7000 per jam namun saat ini tinggal sekitar separuhnya.

Di sisi lain, masyarakat umum pun makin banyak yang menggunakan internet. Indonesia masih masuk salah satu pengguna internet terbanyak di dunia. Di tingkat lapangan, kita bisa melihat dari maraknya pengguna jejaring sosial seperti Facebook, yang bahkan hingga di kalangan anak SD, sebagai salah satu petanda bahwa internet makin jadi trend di masyarakat umum. Karena itulah, internet bisa jadi salah alat komunikasi efektif antara Dewan dengan masyarakat umum.

Kita bisa melihat pengalaman Amerika Serikat. Membuka laman pribadi Ellen, juga anggota Dewan yang lain, sekaligus juga membuka wawasan baru tentang bagaimana laman menjadi salah satu alat ukur mengukur kinerja dewan. Bagi negara adi daya tersebut, kinerja Dewan memang antara lain dilihat dari sejauh mana Dewan setempat menggunakan lamannya.

Melalui laman milik Dewan maupun anggotanya, warga dengan mudah bisa berkirim keluhan, melihat jadwal sidang, hingga kontak secara personal dengan anggota wakil rakyat. Adapun kinerja Dewan bisa dilihat antara lain dari cepatnya respon yang diberikan terhadap keluhan warga yang disampaikan melalui laman. Indikator lainnya adalah bahwa hasil keputusan sidang anggota dewan harus diterbitkan di website paling lambat 72 jam, alias tiga hari, setelah ditetapkan dan seterusnya.

Saya berusaha melihat beberapa laman lain di Amerika Serikat. Salah satunya adalah laman Negara Bagian Lousiana. Desain website ini tidak terlalu menarik. Tapi website ini memberikan informasi yang lebih dari lengkap. Misalnya tentang jadwal sidang, daftar anggota, sampai biodata anggota dewan.

Laman ini juga menampilkan beberapa kolom untuk memudahkan warga yang ingin melihat keputusan dewan, melihat kerja komisi, dan seterusnya. Bagian paling menarik adalah karena adanya halaman untuk melihat si wakil rakyat mewakili wilayah mana. Ketika nama si Wakil Rakyat diklik, maka pengunjung laman akan mendapatkan peta dalam format pdf yang menggambarkan wilayah yang diwakili si anggota dewan.

Saya kemudian membandingkan website negara bagian Lousiana ini dengan negara lain, Minnesota. Desain laman DPRD Minnesota ini jauh lebih bagus dibanding Lousiana. Bagian yang langsung menarik perhatian adalah karena ada tulisan How Do I alias Bagaimana Cara Saya. Judul ini langsung menggugah orang untuk ikut terlibat.

Di bawah judul ini ada tautan (link) jika pengunjung ingin kontak dengan wakil rakyat, ikut serta dalam rapat dengar pendapat, mengetahui jadwal rapat komisi, melihat keputusan DPRD, sampai cara untuk berlangganan berita ataupun ikut dalam mailing list anggota DPRD.

Website ini juga menyediakan tautan ke daftar anggota DPRD serta wakil daerah setempat di DPR Pusat ataupun Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Nah, tiap nama anggota yang ada di website juga diberikan tautan sehingga pengunjung bisa melihat biografi, komisinya, dari partai mana, sampai daftar nomor telepon dan ruang kerja serta email untuk berhubungan langsung dengannya.

Salah satunya ya laman pribadi milik Ellen tersebut yang langsung memberikan ucapan selamat datang.

Setelah menjelajah ke sana ke mari untuk tahu, saya kembali ke Bali untuk melihat website DPRD Bali. Saya Googling beberapa kali sampai kemudian saya yakin: DPRD Bali belum punya website. Padahal apa sih susahnya bikin website? [+]

Anton Muhajir, Wartawan Lepas, Blogger, Direktur Sloka Institute, Lembaga Pengembangan Media, Jurnalisme, dan Informasi

Artikel dimuat Bali Ekspress 10 Desember 2009.

Spread The Love, Share Our Article

  • Delicious
  • Digg
  • Newsvine
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter

Related Posts

There are no related posts on this entry.

Comments

There are no comments on this entry.

Trackbacks

There are no trackbacks on this entry.

Add a Comment

Required

Required

Optional