Oleh Anton Muhajir
Welcome to my webpage!
Please watch this page for updates during the legislative session. Here you can find a brief biography, an archive of my Capitol Update, links to content related to the legislation I am working on, and more!
To contact me, please click here. I use a webform for email to limit spam and make it quicker and easier for the communities I serve to communicate with me.—
Begitulah ucapan selamat datang di website (laman) Ellen R. Anderson, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Negara Bagian Minnesota, Amerika Serikat. Ucapan itu memang datang dari mesin, dan otomatis akan keluar untuk siapa pun yang membuka laman tersebut. Namun, laman itu juga sekaligus memberikan tiga hal menarik tentang bagaimana anggoa Dewan berinterkasi dengan warga.
Continue Reading

RUU TIPITI jauh lebih berbahaya dari UU ITE. Ancaman pidananya sampai 30 tahun!
Di saat publik Indonesia tengah resah oleh Undang-undang No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang bersifat over-criminalization, kini kita dihadapkan pada horor yang lebih mengerikan. Horor itu adalah Rancangan Undang-undang Tindak Pidana Teknologi Informasi (TIPITI).
RUU yang dirancang oleh Global Internet Intitiative (GIPI) Indonesia dan Indonesia Media law and Policy Center (IMLPC) pada tahun 2003 ini telah diserahkan ke badan Legislasi (Baleg) DPR dan ditetapkan sebagai RUU prioritas dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2010.
Continue Reading

Selama empat hari tiga malam, 23 orang anggota DPRD Bali “bayangan” bersidang di tengah dinginnya Kebun Raya Bedugul, 29 November hingga 2 Desember 2009 lalu. Ada empat parpol yang terbentuk di “Negara Bedugul” ini. Mereka adalah Partai Demokrasi Kemerdekaan Indonesia (PDKI), Partai Pemersatu Bangsa (P2B), Partai Sapta Banda, PGDI, dan Partai Lilin Kedinginan.
Tak hanya merumuskan visi dan misi parpol, mereka juga turun ke lapangan untuk mencari solusi atas persoalan warga di sekitar Bedugul. Ada lima kelompok warga yang disasar, yakni petani, pengepul produk pertanian, pedagang kaki lima, pedagang pasar tradisional, dan pelaku wisata.
“Ini metode pelatihan yang baik setelah saya mengikuti dengan penuh,” ujar I Made Arka, kader muda dari Partai Demokrat.
Continue Reading