Sabtu, 01 Desember 2007 | 08:36 WIB

TEMPO Interaktif, Denpasar:Kepemilikan hutan oleh masyarakat terancam hilang terkait skema perdagangan karbon yang akan dirundingkan dalam Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC) di Bali, 3-14 Desember. Hal ini karena tidak ada kejelasan mekanisme perlindungan terhadap masyarakat adat di sekitar hutan.

Hira P. Jhamtani, aktivis Third World Network, LSM internasional yang menggeluti lobi-lobi internasional bidang lingkungan dan globalisasi, menyatakan hal itu pada diskusi yang diselenggarakan Walhi Bali dan AJI Denpasar di Sloka Institute, Denpasar, Jumat malam (30/11).

Continue Reading